PENGARUH PEMBELAJARAN JARAK JAUH TERHADAP PEDIDIKAN KARAKTER PESERTA DIDIK

Pendidikan merupakan hal yang dianggap penting oleh sebagian besar masyarakat, karena di dalam kehidupan bermasyarakat dibutuhkan orang-orang yang memiliki pengetahuan  dengan harapan agar tatanan kebidupan berbangsa dan bernegara dapat berjalan dengan semestinya. Di dalam dunia pendidikan ada aturan yang mengatur segala sesuatunya, misalnya Undang- Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan dosen atau Kurikulum tertentu yang di terapkan dalam satuan pendidikan pada masa tertentu. Aturan-aturan tersebut diterapkan tentunya memiliki tujuan yang hendak dicapai. Sebuah tujuan akan tercapai jika sistem pembelajaran berjalan sesuai aturan.

Pada masa pandemi, sistem pembelajaran yang biasa digunakan dalam lingkungan sekolah ada dua, yaitu sistem pembelajaran yang dilaksanakan secara luring dan secara daring. Istilah luring dalam KBBI berarti luar jaringan yang berarti terputus dari jejaring komputer, internet, dan sebagainya. Jadi, sistem pembelajaran luring merupakan sistem pembelajaran yang tidak memerlukan tatap muka atau asynchronous. Sedangkan daring di dalam KBBI berarti dalam jaringan, terhubung melalui jejaring komputer, internet, dan sebagainya. Jadi, sistem pembelajaran daring adalah teknik belajar yang dilakukan dengan tatapmuka secara langsung dengan bantuan platform tertentu atau syncrounus. Misalnya, melakukan pembelajaran jarak jauh menggunakan platform zoom, google meet, dan sebagainya.

Sistem pembelajaran sebelum pandemi dilaksanakan dengan sistem pembelajaran luring. Akan tetapi, dipertengahan Maret 2020 sistem pembelajaran di beberapa sekolah terutama di daerah zona merah harus melakukan pembelajaran secara daring. Hal tersebut dilakukan karena untuk mencegah atau meminimalisir penyebaran virus corona.

Sistem pembelajaran daring yang dilaksanakan ternyata memiliki kendala karena sistem pembelajaran ini memerlukan kesiapan lebih, baik kesiapan dari guru maupun kesiapan  peserta didik. Salah satu kendala terbesar yang terjadi adalah permasalahan pendidikan karakter peserta didik yang sedikit terabaikan. Sistem pembelajaran daring membuat karakter peserta didik lebih sulit dipantau dan dibina. Pendidikan karakter adalah pendidikan budi pekerti plus, yaitu yang melibatkan aspek
pengetahuan (cognitive), perasaan (feeling), dan tindakan (action). Tanpa ketiga aspek ini, maka pendidikan karakter tidak akan efektif (Azzet, 2011:27). Dengan pendidikan karakter yang diterapkan secara sistematis dan berkelanjutan, seorang anak akan menjadi cerdas emosinya.

Kecerdasan emosi ini merupakan bekal penting dalam mempersiapkan anak dalam menyongsong masa depan, karena seseorang akan lebih mudah menghadapi segala macam tantangan kehidupan, termasuk tantangan untuk berhasil secara akademis. Oleh karena itu pendidikan karakter sangat dibutuhkan peserta didik demi kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik lagi.

Sebelumnya, ketika kegiatan pendidikan dilakukan secara tatap muka di sekolah, pendidikan karakter dilakukan dengan pengawasan langsung dari guru. Kegiatan-kegiatan yang mendukung pendidikan karakter juga bisa dilakukan langsung dan bisa diukur tingkat keberhasilannya. Akan tetapi saat ini, ketika kegiatan pendidikan dilakukan secara daring, di mana yang terjadi lebih banyak hanyalah proses pembelajaran atau transfer pengetahuan saja, maka tidak ada yang bisa menjamin peserta didik mendapatkan pendidikan karakter dari orang tua mereka atau keluarga sesuai dengan nilai-nilai yang selama ini diajarkan di sekolah.

Beberapa karakter yang sudah diterapkan di sekolah dan di dalam
kelas misalnya adalah sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama seperti berdoa sebelum dan sesudah pelajaran, sholat berjamaah, mengucap salam, salim, dan sapa terhadap guru atau orang lain, berpakaian dan berpenampilan sopan, bertutur kata santun, dan karakter-karakter positif yang lainnya. Dalam situasi seperti ini tidaklah mudah memberikan pendidikan karakter seperti yang sudah disebutkan di atas. Hal tersebut karena sulitnya pemantauan guru terhadap peserta didik. Tidak semua orang tua peserta didik mampu memantau perkembangan karakter putra-putrinya karena padatnya aktivitas, kesibukan pekerjaan, dan faktor lainnya.

Pembelajaran daring seharusnya mendapatkan perhatian lebih dari semua kalangan. Pembelajaran daring tentunya memiliki sisi positif dan sisi negatif. Sisi positif pembelajaran ini di antaranya adalah menjadikan peserta didik dan guru lebih melek teknologiDi sisi lain pembelajaran ini memberikan efek yang lain bagi guru. Guru lebih sulit memantau keseriusan peserta didik alam mengikuti kelas daring. Pemberian dan pemantauan pendidikan karakter juga kurang maksimal karena terkadang ada peserta didik yang sengaja menonaktifkan kamera dalam kegiatan pembelajaran daring. Banyak alasan mengapa peserta didik melakukan hal tersebut, di antaranya alasan karena kurang baiknya jaringan internet dan alasan hemat kuota internet. Dalam mengerjakan tugas atau latihan dari guru banyak peserta didik yang berselancar di dunia maya untuk mencari jawaban instan, sehingga ada sebagian peserta didik yang kurang memiliki rasa tanggung jawab karena dampak dari perilaku tersebut.

Oleh karena itu, pemerintah dan seluruh aspek yang terkait dengan bidang
pendidikan, harus bisa menemukan formula khusus.  Penyampaian materi harus maksimal, namun penyampaian pendidikan karakter juga harus diperhatikan/jangan sampai terabaikan. Perlu adanya kerjasama yang baik dari semua pihak, mulai dari pemerintah, institusi pendidikan, guru, dan juga orang tua demi masa depan bangsa Indonesia ini.

Tentunya kita tidak mau negara Indonesia tercinta ini, mempunyai generasi yang melek teknologi tetapi tidak punya karakter bukan? Jika hal ini terjadi hal ini sungguh sangat ironis. Harapan kita bersama tentu ingin melihat bangsa kita mempunyai orang-orang yang maju, cerdas, pintar dan juga berkarakter.

Penulis: Agung Budiono, S.Pd.

17 Februari 2021

Daftar Pustaka

Azzet, Akhmad Muhaimin. 2011. Urgensi Pendidikan Karakter di Indonesia: Revitalisasi Pendidikan Karakter terhadap Keberhaslan Belajar dan kemajuan Bangsa. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.